Lionel Messi

Iniesta: Messi dan Enrique Sudah Berdamai

messi-galau

Gelandang Barcelona, Andres Iniesta menegaskan, konflik yang terjadi antara pelatih Luis Enrique dengan Lionel Messi sudah selesai. Sebelumnya, kedua pihak ini dilaporkan berseteru.

Bek Blaugrana, Jeremy Mathieu mengungkapkan jika Messi dan Enrique benar-benar terlibat pertengkaran. Hal itu terjadi tak berapa lama setelah penyerang asal Argentina itu kembali dari libur Natal. Enrique mencadangkan Messi saat kalah 0-2 dari Real Sociedad.

“Itu sudah dilupakan. Rekan satu tim tak akan menjatuhkan satu sama lain. Begitu pun dengan Mathieu, yang merupakan rekan yang sangat baik. Hal ingin kami lakukan saat ini adalah tetap tampil bagus,” kata Iniesta pada beIN Sports.

Iniesta lalu ditanya mengenai peran penting Luis Suarez. Sejak diboyong dari Liverpool awal musim ini, El Pistolero baru mencetak 2 gol.

“Luis membantu dalam berbagai area dan itu penting. Dia mencetak banyak gol sepanjang hidupnya. Hanya masalah waktu saja sebelum dia mencetak gol lagi. Saya harap dia sedikit lebih beruntung di laga selanjutnya,” ucap Iniesta.

Enrique Tak Yakin Neymar Bisa Seperti Messi

neymar-messi

Pelatih Barcelona, Luis Enrique, menilai Neymar akan kesulitan kalau sampai dapat tanggung jawab menggantikan Lionel Messi sebagai sosok penting dalam perebutan gelar Blaugrana.

Kapten tim nasional Brasil itu tengah bersinar bersama Barca musim ini dengan mencetak 21 gol di semua kompetisi pada musim keduanya sejak bergabung dari Santos pada 2013.

“Neymar sudah berada di tim yang tepat untuk menjadi seorang figur penting. Dia unik dan pemain spesial. Kami bisa melihat itu sejak dia bermain di Brasil,” ujar Enrique seperti dilansir AS.

Penampilan tersebut membuat Neymar sudah digadang-gadang menjadi calon perebut Ballon d’Or 2015. Namun, Enrique menilai Messi sudah membuat patokan terlalu tinggi sehingga sulit untuk dilewati Neymar.

“Saya tidak bisa memprediksi apakah kita akan lebih baik dari yang lain pada masa depan,” lanjutnya.

“Messi sudah memasang batasan begitu tinggi dengan apa yang sudah dia lakukan, semua yang masih dia lakukan dan semua yang dia akan terus lakukan, dan sekarang dia nomor satu. Tapi kami lihat ke masa depan,” tambah Enrique.

Kualitas Neymar akan kembali diuji dalam lanjutan La Liga saat Barcelona menjamu Villarreal pada hari Minggu, 1 Februari 2015 atau Senin dini hari WIB.

 

Messi Sempurna Awali 2015, CR7 “Habis Bensin”?

messi-ronaldo-messi

Barcelona sepertinya sudah melewatkan periode buruk mereka jika melihat performa bulan Januari ini. Blaugrana mencetak banyak sekali gol, terutama dari kaki Lionel Messi.

Messi hingga saat ini berhasil mencetak gol di setiap pertandingan La Liga di awal tahun ini, dengan total enam gol. Angka tersebut unggul tiga buah dari Cristiano Ronaldo yang baru mencetak tiga gol pada 2015.

Persaingan dalam perebutan gelar Pichichi (top scorer) menjadi semakin memanas. Berkat penampilan tajamnya di awal tahun ini, Messi terus mengintai dengan 21 gol dari 28 gol milik Ronaldo sejauh ini.

Neymar juga berhasil menempatkan dirinya dalam papan atas calon top scorer La Liga. Pemuda Brasil itu berada di peringkat tiga dengan total 14 gol.

Kalau di daftar Pichichi, Messi masih kalah dari Ronaldo. Tidak di daftar pemberi assists. Penyerang Argentina itu menggeser Ronaldo dari puncak dengan total 10 assists, unggul satu buah dari sang rival. Hal ini berkat tiga golnya saat Barca menggasak Elche akhir pekan lalu.

Tidak hanya di sektor depan, Barcelona juga patut berterima kasih atas kontribusi Claudi Bravo di sektor penjaga gawang. Total sejauh ini Blaugrana hanya kebobolan sembilan gol dari 20 laga, atau dengan rata-rata kebobolan 0,45 gol per pertandingan.

Angka tersebut cukup jauh dari catatan milik Iker Casillas. Kiper Madrid itu tercatat sudah 14 kali kebobolan (peringkat kedua) dari 17 pertandingan yang dilakoninya, dengan rata-rata kebobolan 0,82 gol per pertandingan.

Siapa Pemain Terbaik Versi Kaka? Bukan CR7 atau Messi

kaka-orlando-city

Kaka jadi salah satu pemain yang pernah merasakan tampil dengan banyak pesepakbola papan atas. Tapi, siapakah pemain terbaik yang pernah bermain dengan dia di lapangan hijau?

Ketika berkostum AC Milan dan Real Madrid, Kaka dikelilingi oleh pemain-pemain nomor wahid. Sebut saja Paolo Maldini, Andrea Pirlo, sampai Cristiano Ronaldo dan Sergio Ramos.

Tapi, ternyata pemain yang menurutnya paling hebat adalah mantan rekannya di tim nasional Brasil, Ronaldo. Ronaldo menjadi pemain kunci ketika Selecao menjadi juara Piala Dunia 2002 di Korea Selatan dan Jepang.

Ronaldo pun menjadi top scorer PD 2002 dengan 8 gol. Saat itu, Kaka masih berstatus pemain cadangan.

“Untuk saya, pemain terbaik yang mampu berpikir tentang sebuah bentuk permainan dan langsung mengeksekusinya secepat dan sebaik mungkin adalah Ronaldo Nazario,” ujar Kaka, seperti dilansir Squawka.com.

“Kecepatan berpikir yang ia miliki, dan kecepatan saat dia sedang beraksi, semuanya sempurna. Itu sesuatu yang menakjubkan. Saya sempat berpikir pemain lain, tapi dia adalah Sang Fenomena (seperti julukan pada Ronaldo),” lanjut pemain yang saat ini sedang bersiap tampil di Major League Soccer bersama Orlando City tersebut.

Ronaldo adalah pemain terbaik yang hadir pada masanya. Meski sempat dibekap cedera lutut kambuhan, pemain ini tetap menunjukkan ketajamannya setiap tampil di atas lapangan. Ronaldo sudah gantung sepatu pada 2011 lalu dengan catatan 98 caps bersama Brasil dan berhasil mencetak 62 gol.