Roberto Mancini

Meski Kalah, Mancini Tetap Puji Tim Asuhannya

mancini-inter

Menguasai jalannya pertandingan tak otomatis sebuah tim bisa memenangi sebuah pertandingan. Itulah yang dialami Inter Milan saat menjamu Torino dalam lanjutan pekan ke-20 Serie A Italia, Minggu (25/1/2015). Menguasai bola hingga 64 persen serta melepaskan total 14 tembakan ke gawang II Torro, nyatanya tak membuat Mauro Icardi dkk mampu memenangi laga.

Hal itulah yang disesali pelatih La Benemata, Roberto Mancini. Menurutnya, tim tidak pantas menerima kekalahan jika dilihat dari atraktivitas yang ditunjukan Inter kala bertanding. Meski mengatakan timnya tak pantas kalah, mantan pelatih Manchester City ini tetap memuji usaha yang diberikan timnya.

“Saya senang dengan performa yang ditunjukan Inter di laga ini, sebagai tim mereka telah melakukan apa yang harus dilakukan. Menguasai penguasaan bola hingga tepi kotak penalti, namun kerap kali terhenti di sana dan mesti kehilangan bola,” jelasnya seperti mengutip Football Italia, Senin (26/1/2015).

“Inter sebenarnya tidak layak meraih hasil imbang, bahkan mengalami kekalahan, jadi saya mesti mengatakan ini hal yang kejam! Kami harus meningkatkan kualitas di sisa kompetisi guna kembali ke jalur yang sebenarnya,” tutupnya

Dengan kekalahan ini, usaha I Nerazzuri guna finish di posisi tiga besar rasanya kian berat. Saat ini, Mateo Kovacic dkk masih tertahan di posisi kesembilan klasemen sementara Serie A Italia dengan koleksi 26 angka, tertinggal delapan poin dari Lazio yang menempati posisi tiga klasemen.

Inilah Kelemahan Inter Milan Versi Mancini

roberto-mancini1

Inter Milan kembali menerima hasil buruk. Saat jumpa AS Roma, Minggu (1/12/2014) dinihari WIB, Inter dipaksa bertekuk lutut dengan menelan kekalahan 2-4.

Menanggapi hasil tersebut, Roberto Mancini mengaku kecewa. Pelatih Inter itu menilai anak didiknya masih lambat dalam menutup pergerakan pemain lawan.

“Roma bermain sangat bagus dan kami tahu laga ini pasti berjalan sulit. Kami membuat kesalahan karena menyia-nyiakan banyak peluang. Kami juga melakukan hal buruk saat memberikan ruang pada pemain lawan. Kami terlalu lambat penutup pergerakan mereka,” ucapnya yang dikutip dari Football Italia.

Mancini juga beralasan bahwa beberapa pemain Inter masih perlu beradaptasi dengan strategi racikannya. Meski belum berjalan baik, ia yakin cepat atau lambat Inter bisa menemukan bentuk permainan terbaiknya.

“Minggu ini tak seperti pekan lalu saat memainkan (duet) Palacio dan Kovacic. Saat ini kami harus beradaptasi dengan Guarin dan Palacio. Saya pikir Guarin masih perlu memahami kapan harus menyerang dan kapan harus bertahan. Namun di balik itu, dia tetap jadi pemain penting untuk kami,” tuturnya.

“Kami tak bisa mencapai segala sesuatunya hanya dalam beberapa bulan. Kami masih berusaha melakukan yang terbaik, yang kami bisa agar dapat lolos ke Liga Champions. Tim ini dibangun dengan sistem yang berbeda. Perlu waktu untuk beradaptasi. Kami memiliki banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. Kami membuat kesalahan dan itu harus diperbaiki di masa yang akan datang,” pungkas mantan manajer Manchester City tersebut.

Karena kekalahannya ini, Inter masih bertengger di peringkat 11 klasemen Serie A. I Nerazzurri memiliki 17 poin, tertinggal 14 angka dari Roma yang duduk di posisi runner up.

 

 

“Taktik Mancini Cocok dengan Inter”

mancini-1

Formasi berbeda yang diterapkan pelatih Roberto Mancini diakui gelandang Joel Obi sangat pas dengan komposisi tim mereka. Mancini mengubah formasi yang biasanya 3-5-2 menjadi 4-4-2 dalam derby Della Madonnina pada Senin (24/11/2014) dini hari WIB.

Meski menerapkan formasi berbeda, tapi itu belum membawa kemenangan bagi I Nerazzurri. Namun Obi menilai jika hal ini sangat membantu para pemain, terutama yang bermain di lini tengah seperti dirinya.

Lewat formasi itu juga, pemain berusia 23 tahun ini sukses mencatatkan namanya di papan skor pada menit 61.

“Saya menjalani pertandingan dengan baik dan saya akhirnya bisa mencetak gol. Kami ingin meraih kemenangan, tapi hasil imbang masih bisa diterima. Selama sepekan, pelatih memberikan pilihan berbeda dan kami siap untuk bermain. Dia memberikan kami segalanya, jika kami mendengarnya, kami bisa mencapai hal hebat,” kata Obi di Football Italia, Senin (24/11/2014).

“Sekarang kami memiliki pilihan dengan bola, yang berarti spesial dan memberikan keuntungan bagi kami para gelandang. Saya menyukai taktik ini. Mancini sudah mengetes saya selama beberapa hati, jadi saya rasa saya bisa dimainkan sejak awal. Mancini meminta saya dan Guarin untuk menekan dan memberikan Kuzmanovic ruang di antara garis,” sambungnya.

Hanya Imbang di Derby, Mancini Malah Senang

roberto-mancini1

Laga derby yang mempertemukan AC Milan dan Inter Milan berakhir imbang 1-1. Namun pelatih Inter, Roberto Mancini, malah merasa senang dengan hasil tersebut.

“Laga derby selalu sulit dan itu yang terjadi pada hari ini,” ujarnya seperti dilansir Soccerway.

“Saya sangat senang dengan cara tim bermain, kami mengganti sistem yang sudah ada dalam 18 bulan terakhir dan itu sangat sulit.”

Musim 2014/2015, Mancini resmi kembali menukangi Inter menyusul dipecatnya Walter Mazzarri yang gagal membawa Inter ke papan atas. Mantan pelatih Galatasaray itu pun memiliki misi khusus bersama La Beneamata.

“Jalan kami masih panjang untuk kembali ke posisi tiga klasemen tapi ini terlalu awal untuk melihat klasemen,” ungkap pria asal Italia itu. “Tujuan kami adalah untuk memenangkan setiap laga sebanyak mungkin meski kami tidak 100 persen.”

Pelatih asal Italia itu sebelumnya sempat membawa Inter sukses meraih banyak trofi di tahun 2004 hingga 2008 lalu. Ia sudah berhasil meraih tiga gelar Serie A, dua Copa Italia, dan dua Piala Super Italia.